International Scholarship Application of KFUPM

Jika tulisan sebelumnya saya membahas proses interview, kali ini saya akan berbagi terkait proses sebelumnya, pengisian aplikasi pendaftaran.

If in the previous text I discussed the interview process, this time I will share about the previous process, filling out the registration application.

Pendaftaran program beasiswa KFUPM kali ini dibuka dari tanggal 10 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026. Di bagian pertama aplikasi kita diminta untuk memasukan nomor paspor yang masih berlaku. Kemudian kita diminta untuk mengisi riwayat pendidikan, pengalaman kerja, orang yang memberi referensi, dqn dokumen pendukung lainnya. Perlu diperhatikan bahwa seluruh berkas yang diminta harus diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, termasuk ijazah dan transkrip. Bagi saya yang berkasnya sudah dual bahasa tidak perlu menerjemahkannya kembali.

This time, the KFUPM scholarship program registration is open from December 10, 2025, to January 10, 2026. In the first part of the application, we are asked to enter a valid passport number. Then we are asked to fill in our educational background, work experience, references, and other supporting documents. It should be noted that all requested documents must be translated into English, including diplomas and transcripts. For me, whose documents are already bilingual, there is no need to translate them again.


Alhamdulillah, tepat tanggal 24 Desember kedua pemberi rekomendasi sudah mengisi link yang dibagikan melalui email. Ini artinya sudah 88% proses terlewati. Saya hanya membutuhkan satu tahap lagi, yaitu sertifikat tes bahasa inggris. Saya memilih Duolingo karena harganya yang relatif terjangkau. Saya pun memaksimalkan waktu yang tersisa agar tes Duolingo yang akan saya lewati ini dapat mencapai skor yang diharapkan.

Alhamdulillah, on December 24th both recommenders had filled out the link sent via email. This means that 88% of the process has been completed. I only need one more step, which is the English test certificate. I chose Duolingo because it is relatively affordable. I am also making the most of the remaining time so that the Duolingo test I will take can achieve the desired score.


Setelah beberapa pekan berlatih, skor prediksi saya tidak pernah lebih dari ini. Mengingat waktunya sudah sangat mepet, saya memutuskan untuk melakukan ujian resminya pada tanggal 4 Januari. Berbekal keyakinan dan doa saya lewati proses ini. Setelah sempat beberapa kali gagal melakukan screening identitas, saya juga sempat gagal melakukan 1 sesi ujian. Saya mencoba kembali di hari yang sama, mengingat saya menggunakan perangkat pinjaman. Soal-soal yang keluar di ujian resmi ternyata lebih panjang dari soal prediksi. Otak saya saya cukup terkuras untuk berkonsentrasi hari itu.☺️

After a few weeks of practice, my predicted scores never went beyond this. Considering the time was very tight, I decided to take the official exam on January 4. Armed with confidence and prayers, I went through this process. After failing the identity screening a few times, I also failed one exam session. I tried again on the same day, since I was using a borrowed device. The questions on the official exam turned out to be longer than the practice ones. My brain was quite drained trying to concentrate that day.☺️

Setelah 24 jam menunggu, hasil ujian dikirim melalui email. Saya tidak kaget dengan hasil yang belum cukup memuaskan tersebut. Karena saya tidak memiliki tabungan lebih untuk melakukan tes kdua kali, maka saya memutuskan untuk mensubmit aplikasi saya seadanya. Berharap skor Duolingo saya masih bisa dipertimbangkan.

After waiting for 24 hours, the test results were sent via email. I was not surprised by the less than satisfactory results. Since I did not have extra savings to take the test a second time, I decided to submit my application as is. Hoping my Duolingo score could still be considered.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Interview Beasiswa Direct PhD KFUPM

Mengenal Pertanian Islami